(Fiksi)
Sehabis shalat shubuh aku kedatangan teman baruku, seorang teman yang rajin sekali berdakwah. Masih muda, mungkin usianya sekitar 18 tahun.
Dia itu tamu tapi malah dia yang membeli kopi dan gorengan untuk kami mengobrol santai di pagi yang dingin ini.
"Aku mau cerita sesuatu," katanya sambil mengisap kopi hitam.
"Hmm...." aku mengambil secangkir kopi agar gorengan yang ku makan bisa tertelan, "apa tuh?"
"Ini lho kemarin ada yang nanyain soal hadits 73 golongan yang terpecah dalam Islam.
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :
'Orang-orang Yahudi terpecah kedalam 71 atau 72 golongan, demikian juga orang-orang Nasrani, dan umatku akan terbagi kedalam 73 golongan.' HR. At-Tirmidzi. Dan juga
dari Auf bin Malik, dia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda ; Yahudi telah berpecah menjadi 71 golongan, satu golongan di surga dan 70 golongan di neraka. Dan Nashara telah berpecah belah menjadi 72 golongan, 71 golongan di neraka dan satu di surga. Dan demi Allah yang jiwa Muhammad ada dalam tangan-Nya umatku ini pasti akan berpecah belah menjadi 73 golongan, satu golongan di surga dan 72 golongan di neraka. Lalu beliau ditanya: 'Wahai Rasulullah siapakah mereka ?' Beliau menjawab: 'Al Jamaah.' HR Sunan Ibnu Majah.
Nah, pasti setiap golongan akan mengaku dirinya Ahlul Sunah Wal Jamaah. Lantas gimana cara membedakannya?"
"Udah kamu jawab belom ke orang tersebut?" tanyaku menghiraukan pertanyaannya.
"Sudah, tapi aku pengen tahu pendapat kang Bahri. Selain ingin berbagi, supaya aku tidak mudah lupa juga."
"Baiklah, ceritakan padaku."
Dia menghela napas, matanya menerawang ke kiri dan kanan mengingat kembali perkataan dakwahnya.
"Aku berkata seperti ini ke dia ; memang benar setiap orang pasti akan mengaku dirinya Ahlul Sunah Wal Jamaah atau Al Jamaah, tapi kan ciri-cirinya sudah ada di Al Qur'an itu sendiri.
Ciri pertama : Tidak merasa bangga atau sombong akan golongannya
'yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.' (QS. Ar-Rum :32)
Selain itu terdapat pula dalam hadits 'Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Maslamah bin Qa’nab; Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Suhail bin Abu Shalih dari Bapaknya dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dia berkata; Aku membaca Hadits Malik dari Suhail bin Abu Shalih dari Bapaknya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Apabila ada seseorang yang berkata; ‘Celakalah (rusaklah) manusia’, maka sebenarnya ia sendiri yang lebih celaka (rusak) dari mereka.' (HR Muslim 4755)
Orang yang bertanya diam saja memperhatikan, aku pun melanjutkan ciri yang kedua yaitu tidak mengharapkan imbalan.
'Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.' (QS. Yasin : 21)
Ketiganya tidak mengikuti kebanyakan orang atau sudah memiliki prinsip keislaman yang tak terbawa arus jaman.
'Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).'(Qs. Al An Am : 116)
Dan ciri yang keempat lomba-lomba dalam ketaataan, tidak malas langsung bergerak.
'Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antar hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang mendzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan, dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah.Yang demikian itu adalah karunia yang besar.' (Q.S. Fathir (35) 32 )
'Sesungguhnya jawaban orang-orang mu'min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan." "Kami mendengar dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.' (QS. An Nur : 51)
Terakhir tidak takut celaan, banyak di jaman sekarang orang pakai cadar dipermasalahkan, pakai celana cingkrang di cela.
Selain itu mempunyai keinginan untuk berjihad sebagaimana tercantum dalam firmannya ;
'Wahai sekalian orang beriman barangsiapa di antara kalian murtad dari agamanya, maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Dia cintai dan kaum tersebut mencintai Allah, mereka adalah orang-orang yang lemah lembut kepada sesama orang mukmin dan sangat kuat -ditakuti- oleh orang-orang kafir. Mereka berjihad dijalan Allah, dan mereka tidak takut terhadap cacian orang yang mencaci.'(QS. Al-Ma’idah: 54).
'Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.' (Qs. At Taubah : 24)"
Aku tersenyum mendengar penuturannya, lalu bertanya, "Subhanallah, lantas bagaimana reaksi orang tersebut?"
"Dia manggut-manggut tampaknya paham, besok mungkin aku akan mengajak ke pengajian Kyai Husen."
"Alhamdulillah kalau gitu. Kamu benar-benar semangat kalo berdakwah padahal masih muda."
Dia tampak tersanjung dengan pujianku. "Ini kan karena Kang Bahri juga, aku berdakwah supaya aku juga tidak lupa selain ini memang kewajiban kita sebagai sesama muslim untuk amar ma'ruf nahi munkar. Dengan aku memberi tahu atau berbagi sebenarnya aku juga sedang belajar, karena semakin sering aku berkata-kata dan semakin sering berbagi tentu ayat-ayat akan semakin aku ingat. Jika hanya menyimpannya untukku sendiri sudah pasti aku bisa-bisa lupa."
"Bener banget, cara ampuh menghafal itu dengan cara membagikannya. Bahkan ini lebih bagus karena bukannya di hafal tapi dengan ini dipahami juga maknanya."
Seperti itulah kami menghabiskan waktu kami sebelum berangkat. Sungguh bahagia bila bisa bersama dengan orang-orang shaleh di sekitar kita, bukan hanya sahabat di dunia tapi sahabat seperjuangan di surga nanti.
Ry Permana. Diberdayakan oleh Blogger.

0 komentar:
Posting Komentar